Archive for September, 2006

QIAM RAMADHAN

1.Dalilnya1.1 Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah S.A.W bersabda “Barangsiapa mendirikan solat malam di bulan Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “
(Hadits Muttafaq ‘Alaih)

1.2. Dari Abdurrahman bin Auf R.A bahwasanya Rasulullah S.A.W menyebut bulan Ramadhan seraya bersabda “Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah puasanya dan aku sunatkan solat malamnya. Maka barangsiapa menjalankan puasa dan solat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya bebas dari dosa-dosa seperti saat ketika dilahirkan ibunya.’
(HR. An-Nasa’I )

2. Hukumnya:
Qiam Ramadhan (solat malam Ramadhan) hukumnya sunnah mu‘akkadah (ditekankan), dituntunkan oleh Rasulullah S.A.W beliau menganjurkan serta menyarankan kepada kaum muslimin serta diamalkan juga oleh Khulafa’ Rasyidin dan para sahabat dan tabi’in. Seharusnya seorang muslim sentiasa mengerjakan solat tarawih pada bulan Ramadhan dan solat malam pada sepuluh malam terakhir, untuk mendapatkan Lailatul Qadar

3, Keutamaannya:
Qiamul lail (solat malam) disyariatkan pada setiap malam sepanjang tahun. Keutamaannya besar dan pahalanya banyak.

Firman Allah Ta’ala
“Lambung mereka jauh dan tempat tidurnya “( Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengejakan solat malam) , sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dan rizki yang Kami berikan kepada mereka. “(AsSajdah: 16).

Ini merupakan sanjungan dan pujian dari Allah bagi orang-orang yang mendirikan solat tahajjud di malam hari. Dan sanjungan Allah kepada kaum lainnya dengan firman-Nya
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka momohon ampun (kepada Allah) . “ (Adz-Dzaariyaat: 17-18).
“Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (Al-Furqaan: 64).

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Abdullah bin Salam, bahwa Nabi S.A.W bersabda “Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah orang miskin makan, sambungkan tali kekeluargaan dan solatlah pada waktu malam ketika semua manusia tidur, niscaya kalian masuk Surga dengan selamat.

Juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Bilal, bahwa Nabi S.A.W bersabda: “Hendaklah kamu mendirikan solat malam karena itu tradisi orang-orang soleh sebelummu. Sungguh, solat malam mendekatkan dirimu kepada Tuhanmu, menghapuskan kesalahan, menjaga diri dan dosa dan mengusir penyakit dari tubuh”

Dalam hadits kaffarah dan derajat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Dan termasuk darjat: memberi makan, berkata baik, dan mendirikan solat malam ketika orang-orang tidur’: dinyatakan shahih oleh AI-Bukhari dan At-Tirmidzi)”

Dan sabda Nabi S.A.W “Sebaik-baik solat setelah fardhu adalah solat malam. “(HR. Muslim).

4. Shalat Tarawih:
Solat tarawih termasuk qiam Ramadhan yang mana kita hendaklah bersungguh-sungguh dalam memperhatikannya serta mengharapkan pahala dan balasannya dari Allah. Malam Ramadhan adalah kesempatan yang terbatas bilangannya dan orang mu’min yang berakal akan memanfaatkannya dengan baik tanpa melengahkannya.

Jangan sampai ditinggalkan solat tarawih, agar memperoleh pahala dan ganjarannya. Dan jangan pulang dari solat tarawih sebelum imam selesai darinya dan dan solat witir, agar mendapatkan pahala shalat semalaman. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

“Barangsiapa mendirikan solat malam bersama imam sehingga selesai, dicatat baginya solat semalam suntuk. “
(HR. Para penulis kitab Sunan,dengan sanad shahih) Lihat kitab Majalisu Syahri Ramahan, oleh Syekh Ibnu Utsaimin, him. 26-30.

Solat terawih adalah sunat dilakukan dengan berjama’ah. Demikian yang masyhur dilakukan para sahabat, dan diwarisi oleh umat ini dan mereka generasi demi generasi. Shalat ini tidak ada batasannya. Boleh melakukan shalat 20 raka’at, 36 raka’at, 11 raka’at, atau 13 raka’at; semuanya baik. Banyak atau sedikitnya raka’at tergantung pada panjang atau pendeknya bacaan ayat. Dalam solat diminta supaya khusyu’, bertuma’ninah, dihayati dan membaca dengan pelan; dan bukannya dengan cepat dan tergesa-gesa. Dan lebih baik apabila solat tersebut hanya dilakukan 11 raka’at.(Yaitu berdasarkan hadits Aisyah radiallahu’anha yang artinya : “Tiadalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menambah (rakaat), baik di bulan Ramadhan atau (di bulan) lainya lebih dan sebelas rakaat”. (HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i)

5. Solat Witir
Termasuk solat malam: witir, paiing sedikit satu raka’at dan paling banyak 11 raka’at. Boleh melakukan witir dengan satu raka’at saja, berdasarkan sabda Nabi S.A.W “Barangsiapa yang ingin melakukan witir dengan satu raka’at maka lakukanlah. “ HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i.

Atau witir dengan tiga raka’at, berdasarkan sabda Nabi S.A.W “Barangsiapa yang ingin melakukan witir dengan tiga raka‘at maka lakukanlah. “(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).
Keadaan ini boleh dilakukan dengan sekali salam, atau solat dua raka’at dan salam kemudian solat raka’at ketiga.

Atau witir dengan lima raka’at, dilakukan tanpa duduk dan tidak salam kecuali pada akhir rakaat.
Berdasarkan sabda Nabi S.A.W “Barangsiapa ingin melakukan witir dengan lima raka’at maka lakukaniah. “(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Dan Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan:
“Nabi S.A.W biasanya solat malam tiga belas raka’at, termasuk di dalamnya witir dengan lima raka‘at tanpa duduk di salah satu raka‘atpun kecuali pada raka’at terakhir. “(Hadits Muttafaq ‘Aiaih).

Ketiga hadits tersebut dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban.

Atau witir dengan tujuh raka’at; dilakukan sebagaimana lima raka’at. Berdasarkan penuturan Ummu Salamah radhiallahu ‘anha “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya melakukan witir dengan tujuh dan lima raka ‘at tanpa diselingi dengan salam dan ucapan. “(HR, Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Boleh juga melakukan witir dengan sembilan, sebelas, atau tiga belas raka’at. Dan yang afdhal adalah salam setiap dua rakaat kemudian witir dengan satu raka’at.
Solat malam pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan atas solat malam lainnya.

6. Waktunya:
Solat malam Ramadhan mencakup solat pada permulaan malam dan pada akhir malam.

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1. Dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

2. Dan Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal- hal yang baik dan dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan in (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).
Al-Mundziri berkata: “Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Al-Baihaqi, keduanya dan Abu Qilabah, dan Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya.”

3. Dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu:
1- bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi,
2- para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka,
3- Allah Azza Wa Jalla menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu,
4- ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya,
5- dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. “Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau, ‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.’“ (HR. Ahmad)”

Isnad hadits tersebut dha’if, dan di antara bahagiannya ada nash-nash lain yang memperkuatnya.

Khutbah Rasulullah S.A.W. Dalam Menyambut Bulan Ramadhan Yang Penuh Berkat

Wahai manusiaSungguh telah datang pada kalian bulan Allah
dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia di sisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi
tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih,
tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu
dengan niat yang tulus dan hati yang suci
agar Allah membimbingmu untuk
melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah
di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu,
kelaparan dan kehausan di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda,
sambungkanlah tali persaudaraanmu,
jaga lidahmu, tahan pandanganmu
dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu
dari apa yang tidak halal kamu
mendengarnya.

Kasihilah anak yatim
niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa
pada waktu-waktu shalatmu
karena itulah saat-saat yang paling utama
ketika Allah ‘Azza wa Jallaa memandang
hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.
Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya,
menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya
dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia !
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu
maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat
karena beban (dosa)mu maka ringankanlah
dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah
Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya
bahwa Dia tidak akan mengazab
orang-orang yang shalat dan sujud,
dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka
pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al ‘alamin.

Wahai manusia !

Barangsiapa diantaramu memberi buka
kepada orang-orang mu`minin yang berpuasa di bulan ini
maka di sisi Allah nilainya sama dengan
membebaskan seorang budak
dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Sahabat-sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah! Tidaklah kami
semua mampu berbuat demikian”.

Rasulullah meneruskan:

Jagalah dirimu dari api neraka
walaupun hanya dengan sebiji kurma.
Jagalah dirimu dari api neraka
walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia

Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini
ia akan berhasil melewati shirath
pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang
yang dimiliki tangan kanannya
(pegawai atau pembantu) di bulan ini,
Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini,
Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan- Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini,
Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini,
Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan shalat fardlu
baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardlu di bulan yang lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini,
Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam al Quran pada bulan- bulan yang lain.

Wahai manusia !
Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah d dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul Mukminin karamallahu wajha berkata,
“Aku berdiri dan berkata, ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini ?”

Jawab Nabi’ “Ya Abal Hasan ! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah..

Alhamdulillaahi rabbal ‘aalamiin.

Anggaplah ianya baru bermula

Setelah hampir 4 hari aku meninggalkan meja dekstop ini aku kembali ke baiti jannati untuk menyambung semula tugas aku yang terbengkalai beberapa hari-meneroka alam maya-, dengan keadaan masih lagi letih dan mengantuk dek digoncang dan dihayun oleh utubis aku gagahi juga untuk mencoret kenangan yang aku dapat di Kaherah.Perkara utama yang ingin aku lakarkan di sini adalah berkaitan muktamar Keluarga Pelajar-pelajar Kelantan Mesir yang mana aku rasakan inilah mutamar yang mencabar kewibawaan aku, disebabkan aku tidak langsung bangun untuk menyuarakan pendapat, pandangan dan memberikan kritikan kepada exco sessi lepas.

Dalam hati aku ini memang tersangat ingin bangun untuk bersama-sama yang lain dalam memperbetulkan kesilapan KPKM untuk diperbaiki tetapi ketiadaan nombor KPKM telah membuatkan aku tidak berkuasa untuk berdiri menyuarakan pandangan bernas. Nasib malang yang menimpa aku dan sahabat aku di Tanta-Wan Hadiyuddin- ini telah menyekat kebebasan aku, entah kenapa aku dan dia tercicir dalam pengetahuan Setiausaha Agung.

Mendengar sahabat-sahabat lain berhujah dan menyuarakan pendapat membuatkan hati aku bertambah keinginan untuk bersama-sama mereka, sekali fikir aku sebenarnya boleh terus bangun walaupun tidak diberi keizinan oleh timbalan pengerusi muktamar yang aku rasakan tidak mesra ahli tetapi masalah tadi membuatkan aku tidak mampu untuk meneruskan hasrat tersebut. Aku sebenarnya sebelum muktamar lagi aku sudah merancang untuk bersama-sama yang lain bermuktmar dalam erti kata mengambil bahagian dalam perbahasan bukannya hanya duduk sahaja tasmi’ mendengar apa sahaja yang diperkatakan orang lain.

Walau apapun yang berlaku, sebenarnya apa yang aku dapat dalam muktamar ini telah membuka minda aku berkaitan perjalanan muktamar dari mula sampai akhir. Pengalaman inilah aku kena tambah sedikit demi sedikit untuk mematangkan pemikiran aku berkaitan berorganisasi dalam pelbagai masyarakat.

Pengalaman menjadi pimpinan yang akan dirasa sahabiah kelas aku dulu-Raja Zuraidah, Wan Suhadariah, Zainab-pastilah menjadi sesuatu yang berguna buat mereka untuk diguna pakai kelak itupun kalau mereka masih mahu bergiat cergas. Jangan pula kita hebat disini tetapi terus muram bila balik ke tanahair.

Janganlah aku berduka dan sedih kerana hari ini mungkin aku merasakn diri aku terletak dibawah sekali tetapi aku hendaklah terus bersemangat dan menganggap ini adalah permulaan titik tolak kejayaan aku.

Masalah boleh dihadapi


Sekarang ini musim bagi persatuan dan dewan perwakilan mahasiswa anak Melayu seluruh Mesir bermesyuarat agung dan bermuktamar untuk membincangkan perkara-perkara yang berbangkit dan perlantikan Ahli Jawatankuasa Tadbir yang baru.

Aku sempat mengikuti mesyuarat yang berlangsung di Tanta baru-baru ini dan terlepas peluang untuk menyaksikan perbahasan dan pengumuman perlantikan baru di Mansurah kerana tarikh berlangsungnya mesyuarat ini bertembung, aku memilih untuk ke Tanta kerana di situ adalah ‘tempat tinggal’ aku yang asal, aku tidak boleh mengenepikan kampung halaman aku itu kerana di situlah tempat aku mula-mula bermukim setelah di tauzik sedangkan Mansurah ini adalah tempat kedua aku setelah aku mengambil keputusan untuk berumah tangga.

Kalau hendak diikutkan aku memang suka tinggal di Tanta kerana sahabat handai yang masih lagi ramai di samping jarak antara Tanta dengan Kaherah tidaklah jauh sangat berbanding dengan Mansurah ini tapi aku terima ketentuan Allah yang telah merancang supaya aku menjadi warga Mansurah-aku percaya disebalik ini terdapat hikmah yang tersembunyi-yang baru. Di samping ditemani isteri tercinta, aku juga bertemankan ‘maktabah dan wahyu online’ yang bersambung ke seluruh dunia melalui Waleed Net yang aku kira sebagai sumber maklumat yang hebat di samping Al-Quran dan Hadis Nabi.

Kalau sebelum berkahwin masalah berkaitan dengan dimanakah aku hendak transit bila ke Kaherah tidak menimbulkan kecelaruan diminda aku ini tetapi sekarang ini aku terpaksa memikirkan dengan sebaik-baiknya berkaitan masalah ini. Di Kaherah sekarang ini sahabat-sahabat yang lain sibuk mengatur perjalanan muktamar sanawi Keluarga Pelajar-pelajar Kelantan Mesir yang akan berlangsung pada 19 dan 20/9/06 ini sedangkan aku di sini masih lagi memikirkan masalah aku ini. Aku tidak boleh melepaskan peluang untuk menyaksikan sendiri perjalanan muktamar ini kerana inilah yang akan aku bawa balik ke Malaysia untuk bergerak aktif dengan persatuan atau organisasi yang akan aku tempuhi, kalau aku tidak mengetahui selok belok muktamar khususnya untuk anak-anak negeri susah untuk aku berdepan dengan masyarakat kelak.

Tambahan pula aku mendapat maklumat yang sahabiah sekelas aku dulu akan naik untuk bersama-sama barisan AJKT yang lain untuk menerajui persatuan ini, aku mesti hadir untuk memberi sokongan kepadanya dan jauh disudut hati aku ingin mengucapkan alfun mabruk kepadanya, semoga dapat mengutip pengalaman yang berharga untuk digunakan di Malaysia nanti.

Masalah aku ini bukanlah besar dibandingkan dengan masalah yang akan dihadapi oleh pimpinan baru untuk meneruskan kesinambungan perjuangan orang lama dalam memastikan agama Islam terpelihara dan terjaga di setiap masa dan ketika.

Ramadan dipenuhi keberkatan, kebaikan


DALAM satu pidato ketika menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, Rasulullah menyebut Ramadan sebagai bulan agung dan penuh berkat.

Ini kerana keagungan dan keberkatan yang menghiasi bulan itu, maka Ramadan selalu dinanti-nantikan kehadirannya oleh setiap Muslim. Perkataan berkat itu membawa erti kebaikan dan kebajikan yang melimpah.Menurut seorang ulama tafsir terkenal, Al-Asfihani, sesuatu disebut berkat apabila di dalamnya terkandung kebaikan dan kebajikan yang amat banyak.

Contohnya, air hujan disebut Allah dalam al-Quran sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan yang melimpah-ruah kerana dapat menyuburkan tanah dan menumbuhkan pelbagai tanaman yang amat berguna kepada manusia.

Allah berfirman yang bermaksud: “Dan juga Kami menurunkan dari langit air (hujan) yang banyak faedahnya, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pokok tanaman (buah-buahan) dan biji-bijian yang dituai, serta pohon kurma yang tinggi menjulang yang mengeluarkan mayang berlapis-lapis, lagi hebat putiknya; (Semuanya itu) itu sebagai rezeki bagi hamba Kami.

“Dan lagi Kami hidupkan dengan air itu bumi yang mati; demikianlah pula keadaan keluarnya (orang yang mati dari kubur selepas dibangkitkan hidup kelak).” (al-Qaf: 9-11)

Keberkatan, menurut Syeikh Rashid Redha, ada dua jenis. Pertama, keberkatan bersifat fizikal seperti air hujan, rezeki, kesihatan jasmani dan kenikmatan lain yang memberikan kebahagiaan kepada manusia.

Kedua ialah keberkatan yang tidak bersifat fizikal seperti turunnya wahyu, institusi serta ketenangan jiwa yang dapat memandu manusia ke arah kesempurnaan dan kesejahteraan abadi. Keberkatan kedua inilah yang menghiasi serinya Ramadan.

Dari sini, satu lagi keberkatan yang menyerikan lagi fadilat Ramadan ialah turunnya al-Quran.

Al-Quran itu sendiri disebut Allah sebagai kitab yang di dalamnya terkandung peringatan dan keberkatannya sebagaimana firman Allah bermaksud: Dan al-Quran ini juga pengajarannya yang berkat, yang Kami turunkan (kepada Nabi Muhammad); dengan keadaan yang demikian, maka patutkah kamu mengingkarinya? (al-Anbia: 50)

Apa yang lebih istimewa ialah malam yang mana al-Quran diturunkan disebut oleh Allah sebagai malam yang diberkati, lailatin mubarakah sebagaimana firman-Nya bermaksud: Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran itu pada malam yang berkat: (Kami berbuat demikian) kerana sesungguhnya kami sentiasa memberi peringatan dan amaran (jangan hamba Kami ditimpa azab). (al-Dukhan: 3)

Bertitik tolak dari sini, Ramadan sungguh diberkati dan mengandungi pelbagai keberkatan dan keistimewaan yang tidak terhingga banyaknya.

Dalam bulan ini, Allah banyak menurunkan rahmat, memberikan pengampunan dan menyediakan jaminan pembebasan manusia daripada api neraka.

Tidak cukup dengan itu, Allah menutup pintu neraka, membelenggu pergerakan syaitan dan membuka seluas-luasnya pintu syurga.

Apa yang lebih menarik lagi ialah Allah melipatgandakan ganjaran pahala segala ibadah dan amal soleh sehingga beratus-ratus dan beribu-ribu ganda kecuali ibadat puasa yang hanya menjadi perhitungan rahsia di sisi Allah.

Selanjutnya, Allah membuka pintu kemaafan dan keampunan seluas-luasnya sebagaimana maksud sabda Rasulullah saw: “Sesiapa yang berpuasa Ramadan kerana iman dan mengharapkan keredaan Allah, maka Allah akan mengampuni seluruh dosanya seumpama dia baru lahir dari rahim ibunya.” (Riwayat Ahmad)

Demikianlah Allah mengagungkan Ramadan. Berdasarkan kepada keistimewaan dan keberkatan yang hadir bersama Ramadan, secara jelas mengisyaratkan betapa Allah menyeru umat Islam supaya merebut kelebihan yang disediakan Allah sepanjang bulan mulia itu.

Tentunya dengan lebih banyak melakukan amal soleh selain ibadat puasa itu sendiri seperti solat tarawih, tadarus al-Quran, iktikaf, bersedekah dan berdoa.

Ringkasnya, hadirnya Ramadan mengundang seribu satu kesempatan bagi orang beriman untuk beramal ibadat di samping bertafakur dan bermuhasabah diri.

Amalan muhasabah diri akan mencetuskan kesedaran dan keinsafan yang cukup bermakna untuk memperbetulkan kesilapan lalu dan sekali gus meningkatkan mutu sesuatu amalan ibadat kepada Allah.

Alangkah ruginya jika seseorang Muslim yang tidak mengisi amalan ibadat sepanjang Ramadan dan tidak pula mengecapi fadilat Ramadan yang disediakan Allah bagi orang yang mengharapkan keredaan-Nya.

Maka benarlah apa yang pernah disabdakan Rasulullah saw yang bermaksud: “Betapa ramainya orang berpuasa sepanjang hari, namun mereka tidak mendapat apa-apa melainkan keperitan lapar dan dahaga.

Begitu juga betapa ramainya orang yang berjaga pada malam hari, namun mereka juga tidak mendapat apa-apa melainkan kepenatan berjaga malam.” (Riwayat Ahmad & Hakim)

Maka, tidak hairanlah Ramadan dianggap sebagai bulan latihan dan ujian daripada Allah. Inilah antara hikmah tersurat dan tersirat di sebalik pensyariatan ibadat puasa kepada umat Islam dan sekali gus mengangkat Ramadan sebagai bulan agung lagi penuh berkat.

Ibadat puasa sebenarnya melatih dalam mengelola dan mengendalikan kehendak atau keinginan kita. Dengan berpuasa, kita dapat merasakan betapa kita melatih kehendak agar pada akhirnya kehendak itu selaras dengan kehendak Allah.

Ironinya, dalam keadaan berlapar dan menahan dahaga pada siang hari yang panas lagi terik pada Ramadan, bukankah perkara yang paling enak dilakukan dalam keadaan yang sedemikian rupa ialah makan dan minum?

Akan tetapi, hal sedemikian tidak berlaku sama sekali kerana kita menginsafi bahawa perbuatan itu menyalahi kehendak Allah.

Justeru, ia menuntut kesabaran untuk menahan diri daripada makan dan minum sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam ibadat puasa.

Seterusnya, ibadat puasa melatih kita dalam persoalan ketaatan, kesabaran dan kesungguhan beramal ibadat kepada Allah.

Bukankah kerana ketaatan kita yang tulus ikhlas kepada Allah, kita pun tidak tergamak untuk melakukan larangan Allah ketika melaksanakan ibadat puasa seperti makan dan minum secara sembunyi dan jauh daripada pandangan orang ramai?

Begitu juga, bukankah kerana kesabaran dan kesungguhan beramal kepada Allah, kita bersedia menghadapi sebulan Ramadan dengan kelaparan, kehausan dan memelihara diri daripada perkara yang boleh membatalkan puasa, termasuk melalui malamnya dengan mengurangkan jumlah jam tidur agar dapat lebih banyak masa untuk beribadah kepada Allah?

Buah dari latihan dan ujian yang dihamparkan Allah sepanjang Ramadan ini ialah buah keimanan dan ketakwaan yang semakin hampir ke hadrat Allah.

Takwa, menurut definisi Imam Ali bin Abi Talib, ialah takut kepada Allah semata-mata, beramal serta beristiqamah dengan segala perintah-Nya, reda dan berasa cukup dengan keadaan yang sedikit dan bersiap sedia menghadapi hari kematian.

Takwa inilah antara objektif utama di sebalik pensyariatan ibadat puasa sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Allah melalui firman-Nya yang bermaksud: Wahai orang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang yang terdahulu daripada kamu supaya kamu bertakwa. (al-Baqarah: 183)

Nampaknya semacam ada satu hubungan secara langsung di antara takwa dan keberkatan yang mewarnai kehidupan harian seseorang Muslim, terutama dalam bulan mulia ini.

Apa yang dapat disimpulkan ialah keberkatan disediakan Allah dalam bulan ini hanya boleh diperolehi dengan iman dan takwa yang bertapak kukuh dalam jiwa sanubari seseorang Muslim.

Oleh sebab itulah, apabila diteliti dalam al-Quran, perkataan keberkatan itu sentiasa dikaitkan dengan iman dan takwa.

Contohnya, Allah berfirman yang bermaksud: Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu beriman serta bertakwa, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang telah mereka usahakan. (al-A’raf: 96)

Mafhum ayat suci itu menegaskan bahawa iman dan takwa adalah saluran konkrit yang dapat memimpin seseorang Muslim untuk meraih pelbagai keberkatan dan kebajikan yang melimpah ruah yang dijanjikan Allah.

Oleh kerana itulah, Allah memfardukan ibadat puasa kepada umat Islam dengan harapan mereka dapat menjana keimanan yang tulus dan memantapkan ketakwaan yang kudus dan sekali gus meraih pelbagai jenis keberkatan yang disediakan Allah sepanjang Ramadan ini.

Jenuhnya bermain dengan kod-kod

Aku sebenarnya sudah lama berminat untuk mendalami ilmu mereka bentuk laman web, semasa di KIAS lagi aku sudah berkeinginan untuk berjinak-jinak dengan laman web tapi apakan daya pada masa itu aku hanya budak hingusan lagi. Aku kagum dengan seorang budak KIAS tu, dia seorang yang boleh dikatakan agak popular dengan bakat bercakap dikhalayak ramai, walaupun sibuk dengan urusan seharian dia masih lagi mampu untuk mengadap komputer mencipta laman web sendiri, memang aku salute le kat dia ni sebab dia pandai menggunakan teknologi untuk keberkesanannya dalam penyampaian dakwah.Aku mengenali blog ini sekitar bulan 1 tahun lepas lagi, pada masa itu aku sudah boleh mengedit sikit sebanyak berkaitan laman blog ini tapi sebab pada masa yang sama aku sibuk memikirkan urusan pernikahan aku membuatkan aku tidak sempat untuk menumpukan sepenuh masa dalam mengedit, masa aku banyak dihabiskan untuk menyelesaikan urusan kahwinku, maklumlah aku kahwin kat Mesir ni bukannya ada mak ayah yang boleh membantu semuanya aku yang uruskan. Memang kalut dan sibuk sangat aku masa tu, ini pun mujur dibantu oleh sahabat-sahabiah sekelas aku. Kalau nak harapkan aku seorang buat kerja memang tak tertanggung aku-terima kasih sahabatku- itupun selepas kenduri masih ada sahabat aku yang terasa hati dengan aku disebabkan aku tidak sempat memberitahu bila majlis akad nikah aku, nak buat macamana memang aku tidak ingat langsung bukannya aku sengaja tidak memberitahunya.

Berbalik kepada titik perkenalan aku dengan blog ini, Ariri Tanta lah yang memperkenalkan aku denagn dunia blog ini sehinggakan aku sanggup menghabiskan masa berjam-jam dalam cuber cafe untuk mengedit blog aku ini. Tapi dia bukannya mengajarkan aku semua yang berkaitan melainkan aku sendiri yang memandai untuk mencuba dan terus mencuba.

Bagi aku, mereka yang berkebolehan dalam mereka bentuk laman web ini mempunyai peluang cerah dalam kerjaya, aku mendapat maklumat orang yang pandai mereka bentuk laman web ini akan diupah oleh syarikat tertentu untuk mereka laman web syarikatnya. Walaupun apa yang aku buat ini dalam bentuk blog tapi ianya hampir menyamai laman web yang besar-besar.

Tapi..hendak sampai tahap itu kena duduk mengadap komputer sekurang-kurang 5 jam sehari(bagi aku) untuk memahami kod-kod html dan lain-lainnya. Agak-agaknya mampukah aku bertahan dan tidak jenuhkah aku bermain dengan kod-kod ini??